cara menghitung tunjangan hari raya karyawan

Cara Menghitung Tunjangan Hari Raya Karyawan Baik Kontrak ataupun Tetap

Perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan Tunjangan Hari Raya Kepada setiap pegawainya, baik kontrak maupun tetap. Berikut ini cara menghitung Tunjangan Hari Raya karyawan yang bisa diterapkan.

Perusahaan berkewajiban membayarkan tunjangan hari raya, hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan. Surat edaran tersebut Nomor M/1/HK.04/IV/2022 pada 6 April 2022 tentang pelaksanaan pemberian THR keagamaan untuk karyawan.

Tunjangan  Hari Raya diberikan untuk karyawan baik tetap atau kontrak yang telah bekerja selama minimal satu bulan.

Cara Menghitung Tunjangan Hari Raya Karyawan Untuk Karyawan Yang Masa Kerja Kurang Dari Setahun

Dalam peraturan kementrian karyawan dengan masa kerja satu bulan dapat Tunjangan Hari Raya. maka secara keseluruhan karyawan yang masa kerja kurang dari setahun bisa mendapatkan Tunjangan Hari Raya.

Berikut ini rumus yang bisa digunakan untuk menghitung Tunjangan Hari Raya:

THR = Masa Kerja X 1 bulan upah  : 12 bulan

Misalnya untuk Contoh Kejadian seperti dibawah ini:

Budi kerja di perusahaan B selama 5 bulan dan mendapatkan gaji sebesar Rp10 juta, maka untuk menghitung Tunjangan Hari Raya sebagai berikut

5 bulan x Rp10 juta : 12 bulan = Rp4,166 juta

Maka Tunjangan Hari Raya yang didapatkan oleh budi adalah sebesar Rp4,166 juta. Selain mendapatkan Tunjangan Hari Raya tentunya budi juga akan mendapatkan gaji di bulan tsb.

Baca Juga : Ketahui Cara Menghitung Dana Pensiun dan Cara Mempersiapkannya

Cara Menghitung Tunjangan Hari Raya untuk Karyawan yang Memiliki  Masa Kerja Satu Tahun

Dalam memberikan Tunjangan Hari Raya secara legal juga diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan pada 2016. Pada peraturan nomor 6 tahun 2016 dimana karyawan yang bekerja 12 bulan berhak menerima Tunjangan Hari Raya.

Namun di peraturan tersebut juga menegaskan bahwa jika perusahaan memiliki perjanjian kerja, peraturan perusahaan dan lainnya. Maka biasanya Tunjangan Hari Raya yang berlaku untuk karyawan tersebut juga lebih besar.

Misalnya ada contoh kasus:

Wati merupakan seorang karyawan yang bekerja di perusahaan A setiap bulan ia mendapat gaji Rp 10 juta dan uang telah bekerja selama 20 bulan maka wati berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya Sebesar Rp10 juta.

Karena dalam kasus ini Wati telah bekerja selama lebih dari satu tahun maka akan mendapatkan satu kali gaji.

Kapan Waktu Penerimaan Tunjangan Hari Raya?

Diatur berdasarkan peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 untuk pasal 5. Dimana berbunyi pembayaran THR yang dilakukan oleh perusahaan paling lambat adalah tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Harapannya dengan karyawan memperoleh Tunjangan Hari Raya sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba agar kebutuhan lebaran terpenuhi. Dimana kebutuhan lebaran karyawan biasanya cukup banyak dari kebutuhan sehari-hari.

Hal ini dikarenakan biasanya saat lebaran tiba maka akan banyak karyawan yang akan pulang ke kampung halaman untuk silaturahmi. Biaya ongkos cukup besar dan biasanya akan membawa buah tangan untuk dibagikan.

Tidak hanya itu saat lebaran biasanya karyawan juga akan berbagi uang lebaran untuk saudara atau anggota keluarga yang lain. Karyawan bisanya akan mudik lebaran beberapa hari menjelang lebaran.

Dengan memberikan Tunjangan Hari Raya sebelum masa mudik tentunya akan lebih meringankan karyawan tersebut. Terkadang ada perusahaan yang memberikan tunjangan berupa parcel makanan atau sembako.

Jika memberikan dalam bentuk parcel atau sembako harapannya harganya sama dengan jumlah uang yang harus diberikan untuk Tunjangan Hari Raya. dengan begitu karyawan tidak dirugikan.

Itulah tadi cara menghitung Tunjangan Hari Raya untuk Karyawan baik yang sudah bekerja satu tahun atau kurang dari satu tahun. Perusahaan memang wajib memberikan tunjangan tersebut karena sudah ada peraturan yang jelas.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *