cara mengatasi resesi

6 Cara Mengatasi Resesi Ekonomi Supaya Keuangan Tetap Aman

Resesi menjadi topik meresahkan awal tahun ini. Resesi merupakan keadaan perputaran ekonomi yang berubah menjadi lambat atau buruk dan biasanya ditandai dengan penurunan aktivitas di beberapa sektor. Cara mengatasi resesi dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Penyebab terjadinya resesi bisa disebabkan karena wabah, inflasi, deflasi yang berlebihan atau meningkatnya suku bunga. Beberapa cara dapat diambil untuk mengatasi resesi tersebut. Beberapa di antaranya, yaitu :

1. Berhemat

Berhemat menggunakan uang dengan mengurangi pengeluaran pembelian barang yang tidak dibutuhkan adalah salah satu cara mengatasi resesi. Susunlah skala prioritas keuangan dengan salah satu caranya yaitu membeli kebutuhan yang benar diperlukan seperti kebutuhan pokok.

Setelah kebutuhan pokok terpenuhi, maka segera alokasikan dana yang lainnya untuk menabung, mempersiapkan dana darurat hingga melunasi hutang jika ada. Jangan menggunakan kartu kredit saat berbelanja, karena akan meningkatkan pengeluaran dan hutang.

2. Mempersiapkan Dana Darurat dan Asuransi

Pentingnya mempersiapkan dana darurat adalah langkah selanjutnya yang bisa diambil untuk menghadapi resesi yang mungkin saja mengancam tahun ini. Dana darurat idealnya dipersiapkan 3 – 6 bulan bahkan setahun dari jumlah pengeluaran per bulan. 

Jika terjadi hal buruk, ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga pada saat resesi seperti pemutusan hubungan kerja. Jika hal itu terjadi, keuangan pengguna selama 6 bulan atau setahun telah dicover oleh dana darurat tersebut.

Sehingga beban atau kekhawatiran terhadap kehidupan sehari-hari bisa sedikit berkurang. Selain itu pentingnya memiliki asuransi khususnya asuransi kesehatan untuk membantu meringankan keuangan yang dibutuhkan untuk menanggulangi masalah kesehatan.

3. Mencari Passive Income

Jika kedua cara di atas masih belum mencukupi mengatasi resesi, maka langkah selanjutnya adalah mencari penghasilan tambahan atau passive income. Banyak jenis pekerjaan yang bisa dikerjakan online atau remote untuk mendapatkan pendapatan di luar gaji.

Dengan cara ini, pengguna bisa mengamankan dana darurat lebih banyak juga menabung untuk  keperluan masa depan. Selain itu bermanfaat untuk mencegah memiliki hutang.

4. Melunasi Hutang

Sebelum menghadapi kondisi ekonomi yang buruk ada baiknya melunasi hutang yang dimiliki. Segera lunasi hutang yang memiliki bunga tinggi karena cenderung akan mempengaruhi arus kas pengeluaran.

Jika ingin memiliki hutang karena keperluan mendesak, sebaiknya proporsi hutang yang dimiliki di bawah 30{fb83f8cc061069648caf043c9e67af68997e28e5b5c61268be101b8af575c54f} dari penghasilan bulanan. Akan lebih baik jika persentasenya bisa di bawah itu.

Kartu kredit merupakan salah satu sumber hutang yang tidak disadari. Maka dari itu, disarankan untuk tidak menggunakan kartu tersebut untuk berbelanja. Hindari melakukan investasi terlebih dahulu jika masih memiliki hutang agar tidak menjadi beban.

5. Investasi dan Menabung

Selain mempersiapkan dana darurat, menabung dan berinvestasi juga perlu dilakukan untuk memperkuat pondasi perekonomian. Hal ini disebabkan karena dengan berinvestasi maka bisa mendatangkan keuntungan.

Sebelum memulai berinvestasi sebaiknya cari tahu terlebih dahulu produk investasinya. Produk investasi bisa berupa saham, reksa dana, obligasi atau emas batangan. Bisa dipilih satu atau beberapa produk investasi sesuai kebutuhan.

Ketika ingin menabung perlu diperhatikan juga tempat atau lokasi menabungnya. Pastikan tempat tersebut adalah tempat yang terpercaya dan memiliki badan hukum serta diawasi oleh otoritas jasa keuangan.

Pisahkan juga tempat penyimpanan antara uang yang akan digunakan sebagai keperluan sehari-hari serta yang untuk ditabung. Ini berguna untuk menghindari pemakaian uang yang berlebihan.

6. Buat Daftar Anggaran Pengeluaran

Membuat daftar anggaran pengeluaran penting dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak pengeluaran yang dibutuhkan dan sisanya untuk menabung atau dana darurat.

Daftar anggaran ini juga bermanfaat untuk menentukan mana yang merupakan kebutuhan atau keinginan. Dengan membuat seperti ini diharapkan bisa lebih bijak untuk mengelola keuangan.

Demikian beberapa cara mengatasi resesi yang dapat pengguna terapkan. Lebih bijak dalam mengatur pengeluaran serta bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan memang salah satu cara terbaik yang bisa diambil.

Jangan segan untuk mengambil pekerjaan tambahan selagi tidak mengganggu pekerjaan utama. Jika ingin berinvestasi, bisa dimulai dengan reksa dana atau obligasi yang memiliki tingkat resiko yang rendah.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *